JENEPONTO/KABAR21- Sebuah insiden berdarah menggemparkan warga Bungung Lompoa, Jeneponto! Niat baik untuk berdamai justru berujung petaka. Kaharuddin Daeng Karo, seorang warga setempat, menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh Nasrul alias Kammisi.
Peristiwa ini bermula dari ajakan melalui pesan WhatsApp. Nasrul alias Kammisi meminta Kaharuddin untuk datang ke rumahnya di Bungung Lompoa, Kelurahan Bonto Tangnga, Kecamatan Tamalatea, pada Sabtu malam (30/8/2025) sekitar pukul 22:30. Tujuannya, untuk membahas perdamaian terkait perselisihan yang sebelumnya terjadi di antara mereka.
Namun, harapan Kaharuddin untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik pupus sudah. Setibanya di kediaman Nasrul, ia justru disambut dengan sabetan parang yang mengenai lengan kanannya.
“Saya kaget sekali. Dia langsung menyerang saya dengan parang begitu saya sampai,” ungkap Kaharuddin saat ditemui di RSUD Lanto Daeng Pasewang. Akibat serangan tersebut, Kaharuddin mengalami luka menganga yang cukup serius.
Dengan kondisi terluka, Kaharuddin berhasil melarikan diri dan mencari pertolongan ke rumah warga terdekat. Ia kemudian dilarikan ke Puskesmas Tamalatea untuk mendapatkan perawatan medis.
Kaharuddin berharap agar pihak kepolisian segera bertindak cepat untuk menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal. “Saya sangat berharap polisi segera menangkap pelaku. Saya hampir saja kehilangan nyawa karena perbuatan mereka,” ujarnya dengan nada penuh harap.
Kasus ini kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Masyarakat sekitar berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwajib.