Koordinator Liputan Satya Bhayangkara, Muh. Basri Nikmati Hari Libur di Kebun Bersama Keluarga.

News3 Dilihat

KABAR 21-BULUKUMBA
— Di tengah padatnya aktivitas jurnalistik dan tanggung jawab sebagai insan pers, Koordinator Liputan Media Satya Bhayangkara, Muh. Basri, tetap menunjukkan komitmennya terhadap nilai-nilai keluarga.

Momentum hari libur dimanfaatkan Basri untuk berkumpul dan menikmati kebersamaan bersama istri dan anak-anaknya di kebun milik keluarga yang berlokasi di Desa Seppang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Jumat 16 Januari 2026.

Sebagai sosok yang dikenal aktif di lapangan dalam menjalankan tugas jurnalistik, Muh. Basri menegaskan bahwa profesi sebagai orang media tidak boleh menghilangkan peran utama sebagai kepala keluarga. Di sela-sela aktivitas liputan dan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberitaan, Basri menyisipkan waktu luang khusus untuk keluarga sebagai bentuk tanggung jawab moral dan emosional.
Suasana kebersamaan terlihat hangat dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan sederhana seperti makan siang bersama hingga bakar-bakar ikan di kebun menjadi momen berharga yang jarang didapatkan di tengah kesibukan kerja. Dengan senyum dan canda, Basri tampak menikmati setiap detik kebersamaan tersebut bersama keluarga tercinta.

Dalam keterangannya, Basri menyampaikan bahwa menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga adalah hal yang sangat penting, terutama bagi insan pers yang kerap disibukkan oleh agenda liputan, investigasi, dan dinamika informasi di lapangan.

Menurutnya, keluarga adalah sumber energi dan kekuatan utama untuk tetap konsisten dan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Sebagai orang media, kita dituntut selalu siap di lapangan. Tapi di saat ada waktu dan hari libur, sudah seharusnya kita juga memperhatikan keluarga—istri dan anak-anak—karena dari merekalah semangat kita berasal,” ungkap Basri.

Dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat,Basri juga sering membangun komunikasi humanis dengan berbagai kalangan.

Sikap rendah hati dan kedekatannya dengan lingkungan sekitar membuat dirinya cukup dikenal dan dihormati, baik sebagai jurnalis maupun sebagai bagian dari masyarakat Desa Seppang.

Kegiatan sederhana ini menjadi cerminan bahwa di balik tugas berat dan idealisme seorang jurnalis, terdapat peran penting sebagai ayah dan suami yang tetap mengutamakan keharmonisan keluarga. Nilai-nilai inilah yang terus dijaga Muh. Basri dalam keseharian hidupnya.

Dengan menikmati hari libur bersama keluarga, Muh. Basri berharap dapat kembali menjalankan tugas jurnalistik dengan semangat baru, pikiran yang jernih, dan tetap berpegang pada prinsip profesionalisme serta tanggung jawab sosial sebagai insan pers.

Pewarta.Bsr