Bikin Sejarah! Takalar Jadi Pelopor Sulsel dengan 99 Agen BPJS Ketenagakerjaan hingga Desa

News45 Dilihat

MAKASSAR, KABAR21– Kabupaten Takalar membuat sejarah sebagai daerah pertama di Sulawesi Selatan yang membentuk sebanyak 99 Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan yang menjangkau hingga tingkat desa dan kelurahan. Langkah progresif ini bertujuan untuk membuka akses luas terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja sektor informal yang selama ini sering kesulitan mendapatkan perlindungan.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Makassar, I Nyoman Hary Sujana, mengakui bahwa upaya pembentukan agen dalam jumlah besar dengan cakupan wilayah yang luas ini belum pernah dilakukan oleh kabupaten lain di Sulsel.

“Ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat,” ucapnya saat membuka Pelatihan Agen Perisai Desa dan Kelurahan di Hotel Mercure Makassar, Sabtu (25/01/2026).

Sebagai perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan di lapangan, para Agen Perisai akan menjalankan tugas penting mulai dari memberikan edukasi, melakukan pendaftaran peserta, hingga mendampingi masyarakat agar bisa mengakses manfaat program secara optimal.

Langkah ini sejalan dengan program unggulan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye dan Wakil Bupati periode 2025–2030 yang menjadikan penguatan perlindungan sosial sebagai bagian utama strategi pembangunan daerah.

Kerja sama antara Pemkab Takalar dan BPJS Ketenagakerjaan bahkan berawal dari pertemuan hanya satu kali pada Januari 2025 lalu. “Kami memiliki misi yang sama, yaitu memperkuat layanan jaminan sosial bagi masyarakat Takalar,” ujar Daeng Manye.

Dengan adanya 99 agen yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan, masyarakat tidak perlu lagi bergantung sepenuhnya pada kantor cabang untuk mengakses layanan. Informasi dan bantuan dapat dijangkau lebih cepat dan mudah.

Bupati Daeng Manye juga menekankan manfaat jangka panjang program ini, di mana perlindungan tidak hanya berlaku bagi peserta tetapi juga anggota keluarganya jika terjadi risiko sosial. “Anak-anak peserta bahkan bisa mendapatkan dukungan pendidikan hingga perguruan tinggi sesuai ketentuan,” tambahnya.

Selain memperluas cakupan perlindungan sosial, keberadaan Agen Perisai juga diharapkan menciptakan peluang kerja baru melalui skema insentif bagi para agen, sekaligus membantu mencegah kemiskinan baru akibat risiko sosial dan ekonomi.