Ikon Bulukumba Tercoreng: Layar Pinisi di Bundaran Kusam & Robek, Aktivis Soroti Bank Sulselbar*

News25 Dilihat

KABAR :21 /BULUKUMBA* – Kondisi memprihatinkan terlihat di Bundaran Pinisi, salah satu ikon kebanggaan Kabupaten Bulukumba. Layar perahu pinisi yang menjadi penanda jati diri Bulukumba sebagai daerah penghasil kapal legendaris itu kini tampak kusam, robek, dan tidak elok dipandang mata.

Bundaran Pinisi yang terletak di jantung Kota Bulukumba selama ini menjadi simbol dan penanda bahwa daerah berjuluk _Bumi Panritalopi_ tersebut adalah penghasil dan pembuat perahu Pinisi yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya .

Namun, pemandangan tak sedap kini justru tersaji di tengah tugu. Layar utama kapal pinisi yang terpasang di bundaran terlihat sudah robek di beberapa bagian dan warnanya memudar kusam dimakan usia dan cuaca.

Yang menjadi sorotan warga adalah keberadaan nama Bank Sulselbar yang terpasang cukup mencolok di tengah-tengah tugu Bundaran Pinisi.

“Artinya ketika nama bank ini terpajang di situ, publik berasumsi bank inilah yang ikut merawat dan bertanggung jawab memperbaiki keberadaan dan keutuhan tugu Bundaran Pinisi tersebut,” ujar seorang warga yang melintas, Sabtu (25/04/2026).

Aktivis Bulukumba, Andi Saiful, sangat menyayangkan adanya pembiaran terhadap kondisi ikon daerah tersebut. Menurutnya, Bundaran Pinisi bukan sekadar tugu biasa, melainkan wajah dan marwah Kabupaten Bulukumba.

“Saya sangat menyayangkan adanya pembiaran ini. Layar pinisi itu simbol. Kalau layarnya robek dan kusam, seolah-olah semangat kita sebagai _Butta Panrita Lopi_ juga robek. Apalagi ada nama Bank Sulselbar di situ. Logikanya, kalau sudah pasang nama, harusnya ada tanggung jawab CSR untuk merawat,” tegas Andi Saiful, Sabtu (25/4/2026).

Andi Saiful menambahkan, perawatan ikon daerah tidak bisa hanya dibebankan ke Pemkab Bulukumba. Pihak swasta yang telah mendapat ruang promosi di fasilitas publik seharusnya ikut berkontribusi. “Ini soal kebanggaan daerah. Jangan hanya mau ambil manfaat branding, tapi abai terhadap perawatan,” tambahnya.

Andi Saiful berharap Pemkab Bulukumba dan Bank Sulselbar dapat segera bersinergi memperbaiki layar Pinisi tersebut. Sebagai ikon yang dilihat ribuan orang setiap hari, kondisi Bundaran Pinisi mencerminkan wajah Kabupaten Bulukumba di mata wisatawan maupun investor.

KABAR :21