Tak Direspons Pemkab & Bank Sulselbar, Aktivis Siapkan Aksi Besar di Bundaran Pinisi Bulukumba*

News299 Dilihat

KABAR :21>*BULUKUMBA* – Buntut layar IKON Bundaran Pinisi yang rusak tak kunjung diperbaiki, puluhan tokoh masyarakat dan aktivis Bulukumba mengancam menggelar aksi besar-besaran. Titik kumpul direncanakan di Bundaran Pinisi dan depan Kantor Bank Sulselbar Cabang Bulukumba.

Kekecewaan publik terhadap kondisi IKON Bundaran Pinisi Bulukumba mencapai titik didih. Layar perahu pinisi yang robek dan tak beraturan selama berbulan-bulan tanpa perbaikan memicu kemarahan aktivis dan tokoh masyarakat.

Puluhan tokoh masyarakat dan aktivis mengaku siap turun ke jalan karena tidak mendapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Bulukumba maupun pihak Bank Sulselbar.

“Hal ini dilakukan karena tidak adanya perhatian dan respon positif dari pemerintahan daerah dan pihak Bank Sulselbar yang dengan sengaja membiarkan keburukan terjadi terhadap IKON penting Bulukumba,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Aktivis kemasyarakatan Bulukumba, Andi Saiful, menilai pembiaran ini sudah keterlaluan. Ia menuding ada kesengajaan dari Pemkab dan Bank Sulselbar.

“Ini adalah salah satu pengkhianatan terhadap Bulukumba butta Panrita Lopi, ini adalah pengkhianatan terhadap daerah, dan kami tidak akan biarkan,” tegas Andi Saiful, senin (12/5/2026).

Menurutnya, IKON Bundaran Pinisi bukan monumen biasa. Itu adalah penanda identitas Bulukumba sebagai penghasil dan pembuat perahu Pinisi yang mendunia.

“Ini sangat memalukan bagi masyarakat Bulukumba. IKON yang kita bangga-banggakan selama ini, kini layarnya robek dan tak beraturan. Pemkab dan pihak Bank Sulselbar melakukan pembiaran tanpa adanya usaha perbaikan,” lanjutnya.

Aksi besar-besaran direncanakan digelar di dua titik: sekitar Bundaran Pinisi sebagai simbol protes atas rusaknya ikon, dan depan Kantor Bank Sulselbar Cabang Bulukumba.

Belum diketahui pasti kapan aksi digelar. Namun para aktivis menyebut persiapan sudah dimatangkan dan akan melibatkan puluhan elemen masyarakat.

Bank Sulselbar disebut karena diduga ikut terlibat dalam program CSR pembangunan atau pemeliharaan IKON tersebut.

KABAR :21