Dukung Program ASTACITA, Pemda Takalar & Polri Padukan Tenaga di Panen Raya Jagung Desa Cakura  

News211 Dilihat

TAKALAR, KABAR21– Semangat petani bergema di Dusun Je’ne Limbua, Desa Cakura, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Sabtu (16/05/2026). Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar resmi menunjukkan komitmen kuatnya mendukung ketahanan pangan nasional melalui kehadiran penuh dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026, yang terhubung langsung secara virtual dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Mewakili Pemda Takalar, Kepala Dinas Pertanian Parwansa Rurung dan Plt Camat Polongbangkeng Selatan Ayatulla Rawatib mendampingi Kapolres Takalar AKBP Supriyadi di lokasi kegiatan. Momen ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam mendukung visi ASTACITA Presiden, yang menempatkan ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian sebagai prioritas utama pembangunan.

Suasana di lokasi panen terasa meriah dan hangat, penuh semangat kebersamaan antarwarga dan pejabat. Acara dibuka dengan doa bersama, lalu dimeriahkan dengan tarian khas panen jagung – pertunjukan yang mencerahkan sekaligus mengangkat semangat para petani yang telah bekerja keras merawat tanaman demi hasil terbaik. Tak hanya itu, peserta juga disuguhkan video kisah nyata pendampingan Polri kepada petani, mulai dari bimbingan budidaya hingga dukungan sarana tani yang telah berjalan di Takalar.

Kegiatan semakin bermakna lewat laporan asistensi ketahanan pangan Polri dan dialog interaktif bersama jajaran Polda Sulawesi Selatan melalui sambungan Zoom nasional. Di bawah payung program ASTACITA, Polri memang diberi peran tambahan untuk mengawal dan mendorong produktivitas pertanian, lewat langkah-langkah nyata yang menyentuh langsung kebutuhan para petani di lapangan.

Sebagai tuan rumah, Plt Camat Polongbangkeng Selatan, Ayatulla Rawatib, mengaku telah bersiap sejak sore hari demi memastikan segala sesuatunya berjalan lancar, meski kegiatan digelar di hari libur. “Ini bukan sekadar acara biasa, tapi bagian dari program strategis nasional. Kami ingin Desa Cakura – yang dikenal sebagai lumbung pertanian di wilayah ini – bisa menjadi contoh keberhasilan peningkatan produksi jagung untuk Takalar,” ujarnya dengan antusias. Ia menambahkan, momen ini adalah kesempatan emas untuk mempererat kerja sama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat petani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Takalar, Parwansa Rurung, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, jagung adalah salah satu komoditas utama penyangga pangan daerah, dan keberhasilan sektor ini tak bisa dicapai sendirian. “Kolaborasi erat antara kami, Polri, dan petani adalah kunci. Tujuannya jelas: hasil panen makin melimpah, kesejahteraan petani makin meningkat, dan ketahanan pangan daerah makin kokoh,” tegasnya.

Puncak acara dilakukan dengan panen jagung secara simbolis di lahan warga. Langkah ini menjadi penegas: dukungan terhadap pertanian bukan hanya di atas kertas, melainkan terwujud dalam tindakan nyata. Dengan potensi besar yang dimiliki Desa Cakura, panen raya ini diharapkan menjadi awal langkah lebih jauh bagi Takalar dalam menyumbang swasembada pangan nasional, sejalan dengan cita-cita besar program ASTACITA Presiden Prabowo Subianto.