Momen Idul Adha di Takalar: Bupati Takalar Ajak Warga Singkirkan Ego Demi Kemajuan Daerah

News198 Dilihat

TAKALAR,KABAR21— Suasana haru, khidmat, dan penuh kebersamaan menyelimuti perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Takalar. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru wilayah memadati Lapangan H Makkatang Dg Sibali, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Rabu pagi (27/5/2026), untuk melaksanakan Salat Id bersama Pemerintah Daerah.

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, tampak hadir di lokasi dengan penuh kerendahan hati. Beliau terlihat berjalan kaki dari rumah jabatan menuju lokasi pelaksanaan salat, didampingi Anggota DPR RI, Achmad Daeng Se’re. Sepanjang perjalanan menuju arah barat daya itu, Daeng Manye tak lupa menyapa dan bersalaman dengan warga yang telah lebih dulu hadir memenuhi area lapangan.

Tampak berbusana jas hitam yang dipadukan dengan kemeja putih, sarung batik, serta kopiah hitam, Bupati Daeng Manye kemudian duduk bersila di barisan paling depan. Di samping beliau turut hadir Wakil Bupati Takalar, Hengky Yasin, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.

Ibadah berlangsung dengan tertib dan khusyuk. Bertindak sebagai imam adalah Adrian R, mahasiswa IAI STIBA Makassar, sementara pesan‑pesan keagamaan disampaikan oleh Ustadz Baharuddin Zakariyah, S.Ag — Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al Munawarah Takalar. Keamanan dan kenyamanan jamaah pun terjamin berkat pengamanan ketat dari aparat gabungan serta panitia pelaksana.

Dalam sambutannya seusai salat, Bupati Daeng Manye mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen suci Idul Adha bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi sebagai titik balik untuk memperkuat kembali nilai‑nilai pengorbanan dan solidaritas sosial yang mulai terkikis.

“Melalui hari yang mulia ini, mari kita meneladani kisah perjuangan Nabi Ibrahim AS. Idul Adha adalah salah satu momen terbesar bagi umat manusia dalam menjalankan perintah Sang Pencipta. Namun sayangnya, semangat berkorban itu kini mulai luntur, tergerus oleh kepentingan pribadi dan orientasi keuntungan semata,” ujar Daeng Manye di hadapan ribuan jamaah.

Menurutnya, pesan luhur Idul Adha yang lahir berabad‑abad silam itu masih sangat relevan dan sangat dibutuhkan hingga hari ini, khususnya untuk menjaga erat ikatan sosial di tengah kehidupan masyarakat yang kian modern. Nilai keikhlasan dan kerelaan berkurban, kata beliau, adalah kunci untuk mempererat rasa persaudaraan sesama anak bangsa.

Lebih jauh, Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Takalar tidak akan terwujud jika masih ada sekat‑sekat pemisah atau ego sektoral. Beliau mengapresiasi kontribusi besar yang telah diberikan oleh tokoh agama, ASN, TNI, Polri, hingga pelaku usaha, namun menekankan perlunya pengorbanan yang lebih besar lagi.

“Kita butuh pengorbanan yang jauh lebih besar. Mari kita singkirkan segala kepentingan pribadi, menyingkirkan ego sektoral, demi kemajuan Takalar yang lebih besar, lebih maju, dan berjangka panjang,” tegasnya.

Di akhir sambutan penuh makna itu, Daeng Manye juga mengajak seluruh jamaah untuk berdoa bagi para calon haji asal Takalar yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci, semoga senantiasa diberi keselamatan, kesehatan, dan pulang membawa gelar haji mabrur.

Bersama Wakil Bupati Hengky Yasin, Bupati Daeng Manye pun menutup momen berharga ini dengan menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, semoga semangat berkurban senantiasa menghiasi setiap langkah kehidupan masyarakat Takalar.