Kunjungi Rumah Duka dan Lokasi Kejadian, Bupati Takalar Serahkan Santunan dan Tegaskan Keamanan Lokasi Proyek

News26 Dilihat

TAKALAR,KABAR21 — Kepedulian nyata ditunjukkan Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, dengan mendatangi langsung rumah duka kedua bocah yang meninggal dunia dalam musibah tenggelam di area proyek pembangunan Sekolah Rakyat, Dusun Bontosunggu, Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kamis (28/5/2026) sore.

Tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WITA, Daeng Manye yang mengenakan kemeja lengan pendek berwarna hijau dipadukan celana jeans hitam, langsung disambut oleh keluarga korban serta ratusan warga yang telah memadati lingkungan rumah duka sejak siang hari. Beliau didampingi Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Andi Rijal Mustamin.

Suasana haru dan duka mendalam begitu terasa saat Bupati mendekat dan bersalaman dengan keluarga korban. Orang tua kedua anak yang meninggal — Muhammad Alzaky (4 tahun) dan Muhammad Al Asril (5 tahun) — tak kuasa menahan tangis saat menerima kehadiran pemimpin daerah yang datang membesuk dan turut merasakan kesedihan mereka.

Di tengah suasana berkabung itu, Bupati Daeng Manye secara simbolis menyerahkan santunan sebagai wujud keprihatinan pemerintah daerah. Tak hanya bantuan dana, turut diserahkan pula paket sembako dan makanan siap saji untuk meringankan beban keluarga yang sedang dilanda musibah berat tersebut.

Duduk bersama keluarga dan para pelayat, Daeng Manye menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas kepergian dua anak tersebut.

“Atas nama pribadi dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar, saya menyampaikan turut berbela sungkawa yang sedalam‑dalamnya atas musibah yang menimpa keluarga ini,” ujar Daeng Manye dengan nada lembut dan penuh empati.

Ia pun berdoa agar kedua almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta memohonkan kekuatan dan ketabahan hati bagi orang tua dan keluarga yang ditinggalkan menghadapi cobaan berat ini.

“Insya Allah anak‑anak kita mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian yang sangat berat ini,” katanya menguatkan.

Kehadiran Bupati dan rombongan disambut antusias warga. Tak hanya di halaman rumah, ratusan pelayat bahkan terlihat berjejer berdiri di sepanjang jalan dusun karena area rumah sudah penuh sesak oleh warga yang ingin ikut berbelasungkawa.

Kepala Dinas Sosial, Andi Rijal Mustamin, mengungkapkan bahwa kehadiran pemimpin daerah di tengah kesedihan ini memiliki makna besar, bukan hanya sekadar kunjungan, melainkan dukungan moril nyata bahwa pemerintah selalu ada di samping masyarakatnya.

“Kami hadir untuk membersamai Bapak Bupati, menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril sepenuhnya kepada keluarga korban,” ujar Andi Rijal secara singkat.

Tinjau Lokasi Kejadian, Bupati Pertegas Standar Keamanan

Usai melayat, Bupati Daeng Manye langsung bergerak menuju lokasi kejadian, tepat di area proyek pembangunan Sekolah Rakyat tempat jenazah kedua anak tersebut ditemukan. Di lokasi yang kini sudah dipasangi garis polisi (police line), Bupati meninjau langsung genangan air di bekas galian yang menjadi titik musibah itu terjadi.

Dalam peninjauan tersebut, Daeng Manye didampingi langsung oleh Pengawas Lapangan proyek, Putu Sumantra. Di hadapan pengelola dan pelaksana proyek, Bupati memberikan arahan tegas dan peringatan keras terkait aspek keselamatan kerja dan keamanan lingkungan sekitar.

“Saya minta kepada pihak perusahaan pelaksana, agar seluruh pekerjaan di proyek ini benar‑benar mengutamakan standar keselamatan atau safety. Baik itu keselamatan para pekerja, maupun keselamatan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar lokasi pembangunan,” tegas Daeng Manye.

Ia juga memerintahkan agar segera dipasang pembatas permanen mengelilingi seluruh area proyek. Langkah ini dianggap mutlak diperlukan agar masyarakat umum, terutama anak‑anak, tidak dapat keluar masuk sembarangan ke lokasi yang berpotensi membahayakan nyawa.

“Harus dibuat pembatas keliling yang kokoh dan jelas batasnya, supaya masyarakat umum tidak bisa sembarangan masuk ke area pekerjaan. Ini sangat penting dan menjadi syarat utama, agar kejadian menyedihkan seperti yang dialami kedua anak ini tidak terulang kembali,” tandasnya.

Bupati juga mengingatkan perusahaan untuk merumuskan langkah‑langkah pencegahan yang lebih baik dan terukur. Menurutnya, tanggung jawab keamanan tidak hanya berhenti pada penyelesaian bangunan, tetapi juga menjamin keselamatan warga di sekitarnya selama proses pembangunan berlangsung.

“Perusahaan wajib melakukan upaya pencegahan terbaik, agar tidak ada lagi risiko kecelakaan kerja bagi para pekerja, maupun bahaya yang mengancam masyarakat di sekitar proyek,” tambahnya.

Peninjauan berlangsung singkat namun bernas, diiringi suasana sepi dan hening menjelang malam. Sebagai informasi, kedua bocah korban ditemukan meninggal dunia pada Rabu (27/5/2026) malam. Sebelum dipulangkan ke rumah duka, jenazah sempat dibawa ke RSUD Padjonga Daeng Ngalle Takalar guna menjalani pemeriksaan medis luar.