Pesona Bendungan Pammukulu: Surga Tersembunyi di Takalar yang Kian Diminati Wisatawan

News13 Dilihat

TAKALAR, KABAR21 – Siapa sangka di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tersimpan destinasi wisata yang memikat hati? Bendungan Pammukulu di Desa Kale Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Timur, kini menjelma menjadi primadona yang tak hanya dikunjungi warga lokal, tapi juga menarik perhatian wisatawan dari luar daerah.

Saat dikunjungi Sabtu (6/6/2026) siang, suasana kawasan wisata tampak begitu hidup. Pengunjung berdatangan dari berbagai arah, ingin menyaksikan langsung hamparan waduk yang luas berpadu dengan hijau perbukitan di sekelilingnya. Saat cuaca cerah, pemandangan matahari terbit dan terbenam yang muncul dari balik bukit menjadi daya tarik utama—tak heran jika tempat ini kerap jadi incaran pemburu foto dan konten media sosial.

🚗 Mudah Dijangkau dari Berbagai Arah

Tak perlu khawatir soal akses. Ada tiga jalur mudah untuk mencapai lokasi:

– Dari Jeneponto: Jalur Canrego sejauh 23 km, lewat sejumlah desa hingga tiba di pertigaan Pasar Malolo, lalu belok kanan 3 km menuju lokasi

– Dari pusat Takalar: Jalur Kalampa sejauh 21 km, melewati Kantor PDAM dan beberapa desa

– Dari Makassar/Gowa: Jalur utara lewat Polsek Polongbangkeng Utara, hanya sekitar 17 km saja

✨ Lebih dari Sekadar Pemandangan

Keunggulan Bendungan Pammukulu tak berhenti di keindahan alamnya. Pengunjung bisa menjelajahi lebih jauh: cukup tempuh 9 km menyusuri tepian waduk, Anda akan tiba di Air Terjun Timurung—destinasi favorit yang menyegarkan.

Bagi pecinta kuliner, jangan lewatkan sajian khasnya. Berjejer rapi di tepian waduk, warung-warung milik warga menawarkan ikan nila segar hasil tangkapan langsung dari bendungan. Ada juga kopi, sarabba, pisang goreng, dan beragam makanan tradisional yang menggugah selera. Salah satu yang paling ramai dikunjungi adalah Warung Sunset Pammukulu.

Ingin sensasi berbeda? Cobalah jelajahi kawasan dengan mobil ATV! Dikelola oleh BUMDes, delapan unit kendaraan ini disewakan dengan tarif terjangkau: Rp30.000 untuk setengah jam atau Rp60.000 per jam. “Waktu bisa disesuaikan dengan keinginan pengunjung,” ujar Jumardi Daeng Ngalle, pengelola wahana.

📈 Semakin Dikenal, Semakin Ramai

Peningkatan kunjungan wisatawan terasa nyata. Jika hari kerja rata-rata 20 orang datang, saat akhir pekan atau liburan bisa mencapai ratusan orang. Siska, wisatawan asal Jeneponto, bahkan datang dua hari berturut-turut—pertama ke air terjun, kedua kalinya menikmati suasana bendungan dan mencoba ATV. “Tempatnya lengkap, bagus untuk liburan keluarga,” ungkapnya.

Kepala Desa Kale Ko’mara, Parawangsa, menyatakan kebanggaannya. Bahkan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye juga telah berkunjung untuk melihat langsung potensi daerahnya. “Kami mengundang siapa saja datang menikmati keindahan alam, kuliner, dan wahana yang ada. Kami juga membuka peluang bagi investor untuk mengembangkan wisata ini lebih besar lagi,” pungkasnya.

Dengan segala pesona dan kemudahan yang ditawarkan, Bendungan Pammukulu tampaknya akan terus menjadi destinasi andalan Sulawesi Selatan yang layak dikunjungi.