TAKALAR,KABAR21– Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar menggelar kegiatan penyegaran atau refreshing bagi kader dan Duta Assamaturu. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) guna mendukung target Eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030, khususnya di wilayah Takalar.
Acara ini diikuti oleh para Duta Assamaturu yang terdiri dari tenaga kesehatan dan kader kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta mendapatkan penguatan kapasitas, pengetahuan, serta keterampilan praktis terkait pencegahan dan penanganan TBC di lingkungan masyarakat.
Ke depannya, para Duta Assamaturu akan menjalankan peran strategis. Mereka bertugas mendampingi pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur hingga selesai, guna menjamin keberhasilan pengobatan. Selain itu, mereka juga berperan sebagai penggerak edukasi yang menyebarkan informasi mengenai bahaya, cara pencegahan, dan langkah penanganan TBC kepada masyarakat luas.
Tidak hanya itu, tim ini juga akan melakukan deteksi dini atau skrining kasus TBC secara langsung di lapangan, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Mereka juga bertanggung jawab menyusun laporan layanan kesehatan sebagai bagian dari pemantauan dan evaluasi program yang berjalan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Nilal Fauziah, M.Kes, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari inovasi bernama “Assamaturu Bebas TBC”. Inovasi ini lahir sebagai proyek perubahan yang dikembangkan saat mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II yang diselenggarakan oleh Pusjar SKMP LAN RI.
“Inovasi ini dibangun atas dasar semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Tujuannya jelas: mempercepat penemuan kasus baru, meningkatkan tingkat keberhasilan pengobatan, serta menekan angka penularan TBC di Takalar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dr. Nilal berharap gerakan Assamaturu yang bermakna kebersamaan ini dapat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat aktif. “Dengan dukungan kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan warga, kami optimis target Eliminasi TBC Tahun 2030 dapat tercapai,” tambahnya.
Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran garda terdepan kesehatan, sekaligus mendukung program nasional demi mewujudkan Kabupaten Takalar yang sehat dan bebas dari ancaman Tuberkulosis.









