Geng Motor Beraksi Pakai Busur dan Parang, Keamanan Mangarabombang Terancam hingga Lokasi Wisata Sepi  

News30 Dilihat

TAKALAR, KABAR21– Rasa aman warga Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, kini terguncang. Wilayah itu dibayangi ketakutan menyusul maraknya aksi teror yang dilakukan sekelompok geng motor yang menggunakan busur panah, senjata tajam. Akibatnya, warga tak berani keluar rumah saat malam hari, bahkan tempat wisata di daerah ini mulai sepi dikunjungi pengunjung.

Kondisi ini terungkap setelah rekaman CCTV yang merekam aksi sekelompok geng motor di wilayah Tepo, Kelurahan Mangadu, pada Selasa dini hari (6/6/2026) sekitar pukul 01.30 WITA menyebar luas di media sosial. Tak lama berselang, teror serupa terjadi lagi di Dusun Kajang, Desa Topejawa, tepatnya pukul 02.50 WITA.

“Motor Saya Ditebas Parang, Hampir Ditembak Busur”

Salah satu korban yang mengalami langsung kebrutalan kelompok itu adalah Mashur Daeng Tarang. Dalam keterangannya di Kantor Sekretariat DPC Sepernas Kabupaten Takalar, ia masih terlihat terguncang saat menceritakan kejadian mencekam tersebut.

“Saat saya sedang mengendarai motor pulang ke rumah, tiba-tiba sekelompok geng motor meletuskan petasan dan langsung mengarahkan busur ke arah saya. Beruntung saya sempat berlari masuk ke rumah warga, kalau tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi,” ujarnya dengan nada bergetar.

Namun sepeda motor yang ditinggalkannya tidak luput dari amukan. “Mereka menancapkan anak panah ke badan motor, bahkan menebas bagian bodi dan kap motor dengan parang. Sampai saat ini saya masih merasakan trauma mendalam akibat kejadian itu,” tambahnya.

Laporan Dianggap Delik Aduan, Warga Kecewa

Demi mendapatkan keadilan dan rasa aman kembali, Mashur segera melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Mangarabombang lengkap dengan bukti yang dimilikinya. Namun, ia menyayangkan laporannya baru diproses sebagai delik aduan, bukan laporan polisi resmi seperti yang diharapkan.

Polisi Benarkan Kasus Sedang Diusut

Menanggapi situasi yang meresahkan ini, Kapolsek Mangarabombang AKP Asri membenarkan telah menerima laporan dari warga. Saat dikonfirmasi Jumat (12/6/2026), ia menyatakan pihak kepolisian tidak tinggal diam.

“Memang betul ada aduan masuk. Saat ini kasusnya sedang dalam tahap penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya singkat.

Tempat Wisata Sepi, Pengunjung Takut Berdatangan

Ketakutan akibat teror ini tidak hanya terasa di lingkungan pemukiman. Sejumlah pengunjung mengaku mulai ragu mendatangi tempat wisata yang ada di Mangarabombang, karena sering melihat kelompok geng motor berkumpul dan nongkrong di area sekitar lokasi rekreasi.

Warga berharap kepolisian segera menangkap para pelaku dan meningkatkan intensitas patroli pada malam hari. Mereka ingin rasa aman kembali pulih, sehingga kehidupan berjalan normal dan tempat wisata yang menjadi andalan daerah pun kembali ramai dikunjungi seperti sedia kala.