Meski Ada Aturan WFH, Pimpinan PUPR Takalar Tetap Siaga di Kantor: Pelayanan dan Pembangunan Tak Boleh Terhenti  

News46 Dilihat

TAKALAR,KABAR21– Diberlakukannya kebijakan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar tidak membuat roda pelayanan dan pembangunan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melambat. Justru, jajaran pimpinan dinas memilih tetap hadir dan siaga penuh di kantor demi memastikan kebutuhan masyarakat tetap terlayani dengan baik.

Pantauan media pada Rabu (10/6/2026) menunjukkan suasana kerja tetap berjalan aktif. Kepala Dinas PUPR Takalar, Budiar Rosal, terlihat sibuk mengoordinasikan berbagai program dari ruang kerjanya. Tak sendirian, Sekretaris Dinas serta seluruh Kepala Bidang—mulai dari Bina Marga, Cipta Karya, Tata Ruang, Perumahan, Bina Konstruksi, hingga Pengelolaan Sumber Daya Air—juga tampak hadir dan fokus menangani tugas masing-masing.

Kehadiran mereka bukan tanpa alasan. Sebagai garda terdepan pembangunan infrastruktur, bidang ini seringkali membutuhkan keputusan cepat, koordinasi lintas instansi, dan penanganan langsung terhadap permasalahan di lapangan.

“WFH bukan berarti semua urusan bisa ditunda. Pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur adalah hal yang tidak boleh berhenti. Itulah sebabnya saya, Sekretaris, dan para Kabid tetap standby di kantor. Kami harus siap kapan saja dibutuhkan, baik untuk melayani warga maupun memastikan proyek berjalan sesuai rencana,” tegas Budiar Rosal.

Ia menambahkan bahwa infrastruktur merupakan tulang punggung kemajuan daerah. Respons cepat terhadap keluhan warga soal jalan, saluran air, atau perumahan sangat bergantung pada kesiapan pimpinan dalam mengambil keputusan.

Tindakan ini pun menuai apresiasi. Banyak pihak menilai hal ini mencerminkan dedikasi tinggi aparatur negara yang mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kenyamanan pribadi. Di tengah fleksibilitas sistem kerja, Dinas PUPR Takalar menunjukkan bahwa komitmen memberikan pelayanan terbaik tetap menjadi prioritas utama demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan