Bupati Takalar Tancap Gas: Bangun Kawasan Pendidikan Agroekologi, Gabungkan 3 Program Kementerian Sekaligus

News57 Dilihat

MAKASSAR,KABAR21— Visi pembangunan hijau dan berkelanjutan di Kabupaten Takalar semakin nyata. Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye mempercepat langkah strategis dengan mematangkan rencana pengembangan Kawasan Pendidikan Agroekologi, didukung penuh oleh Kemitraan Agroekologi Nasional.

Pertemuan kunci digelar di Makassar pada Kamis (25/6/2026) bersama Ketua Kemitraan Agroekologi Armin Salassa dan Sekjen Ade Nining. Ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan kelanjutan nyata dari persiapan panjang: mulai dari penyusunan kebijakan, survei lokasi, hingga penyusunan modul pendidikan dan cetak biru pengelolaan kawasan.

📍 Lebih dari Sekadar Program: Laboratorium Hidup di Desa

Kawasan ini dirancang sebagai laboratorium hidup yang menyatukan tiga program strategis sekaligus:
✅ Program Kampung Iklim (ProKlim)
✅ Program Desa Berketahanan Pangan
✅ Pertanian Cerdas Iklim

Uniknya, inisiatif lokal ini selaras langsung dengan agenda Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Desa, dan Kementerian Pertanian. Artinya, kawasan tersebut menjadi titik temu dukungan kebijakan nasional, diperkuat lembaga lokal seperti Simpul Wilayah dan Forum Multipihak Agroekologi.

🤝 Jaringan Dukungan Semakin Luas

Untuk menjamin keberlanjutan, Bupati Daeng Manye memperluas kerja sama dengan instansi vertikal dan regional: Dinas Lingkungan Hidup Sulsel, Balai Pengendalian Perubahan Iklim, serta Balai Pengelolaan Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi. Keterlibatan ini penting agar pengawasan teknis dan penerapan di lapangan berjalan terukur dan akuntabel.

🎯 Tujuan Besar: Ekonomi Mandiri + Lingkungan Terjaga

Langkah ini sejalan dengan misi utama Daeng Manye: menjadikan Takalar tangguh menghadapi perubahan iklim, mandiri pangan, dan membuka peluang ekonomi baru. Dengan pertanian berbasis agroekologi yang mengurangi bahan kimia, desa tidak hanya menjaga kesuburan tanah, tapi juga berpotensi dikembangkan menjadi destinasi eduwisata pertanian.

⚠️ Tantangan dan Solusi Jangka Panjang

Tentu ada tantangan: mengubah kebiasaan petani yang selama ini menggunakan cara konvensional, serta menyelaraskan birokrasi antar tingkatan pemerintahan. Untuk mengatasinya, Pemkab Takalar menyiapkan rangkaian pelatihan lanjutan dan sistem pemantauan mandiri berkala. Hasil evaluasi nantinya akan mengukur manfaat nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.

✨ Harapan Besar

Jika kolaborasi antara pemerintah, mitra teknis, dan masyarakat berjalan baik, Kawasan Agroekologi Takalar bisa menjadi pusat percontohan pembangunan hijau di Sulawesi Selatan, bahkan cetak biru nasional untuk pertanian berkelanjutan yang mengangkat potensi lokal.