Guna Menyerap Aspirasi dan Mencari Solusi, Kapolres Kepulauan Tanimbar Pimpin Jumat Curhat di Desa Lauran

Uncategorized86 Dilihat

kabar21.com – Polda Maluku, Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Dalam rangka menyerap permasalahan, informasi, mencari solusi juga terkait dengan permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan, Polres Kepulauan Tanimbar menggelar giat Jumat Curhat Wujudkan Polisi Keselibur (Polisi Sahabat Masyarakat), Jumat (29/12).

Kegiatan Jumat Curhat yang dipimpin oleh Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Umar Wijaya, S.I.K., dan didampingi oleh para PJU Polres Kepulauan Tanimbar ini disambut hangat oleh Kepala Desa Lauran STANISLAUS KENJAPLUAN dengan mengalungkan Kain Tenun Ikat Tanimbar pada Kapolres.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Lauran STANISLAUS KENJAPLUAN, SE., Pastor Paroki Hati Kudus Lauran, RD. STANISLAUS LAIYAN, para Tokoh Adat, Tokoh Perempuan, Tokoh Masyarakat dan Staf Pemerintah Desa Lauran.

Mengawalinya, Kepala Desa Lauran dalam sambutannya mengucapkan terima kasih bagi Kapolres Kepulauan Tanimbar, yang mana atas kerinduan Masyarakat Desa Lauran Bapak Kapolres dapat hadir, sehingga Masyarakat bisa bertatap muka langsung dengan Bapak Kapolres.

“Harapannya bagi Masyarakat agar dapat memberikan saran dan pendapat yang dapat menunjang kedepannya Desa Kita, serta bersama-sama mendukung terlaksananya kegiatan Pemilu Tahun 2024” ungkapnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Umar Wijaya, S.I.K Menjelaskan bahwa Kegiatan Jumat Curhat yang dilaksanakan ini merupakan salah satu Program Kapolri yaitu Quick Wins Presisi Polri. Maksud dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan Jumat Curhat ini adalah untuk menyerap permasalahan, informasi, mencari solusi terkait dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Masyarakat.

Lebih lanjut Kapolres mengungkapkan bahwa dengan adanya kegiatan ini, kita bisa mengangkat masalah – masalah di Masyarakat. Terkait dengan Pelayanan Polri maupun situasi sosial yang ada pada umumnya seperti yang akhir-akhir ini sempat ramai yaitu masalah kelangkaan beras dan kelangkaan minyak tanah, sebetulnya hal ini setiap tahun terjadi.

“Sebenarnya stock beras dan Stock minyak tanah itu ada dan bahkan mencukupi, hal itu diketahui Ketika saya berkoordinasi langsung. Namun ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mempermainkan hal tersebut sehingga menimbulkan kepanikan di Masyarakat” imbuhnya.

Kapolres berharap terkait hal ini agar para Pastor dan Pendeta yang merupakan Tokoh Agama bisa menyampaikan kepada seluruh Masyarakat melalui kegiatan Agamanya, sehingga tidak terjadi kepanikan terkait dengan kondisi yang ada.

Sementara itu, berkaitan dengan gangguan Kamtibmas, Kapolres mengungkapkan bahwa saat ini Jumlah Tahanan pada Rumah Tahanan Polres Kepulauan Tanimbar berjumlah 18 (delapan belas) Orang, sehingga hal ini merupakan tugas yang berat bagi kita dan bagaimana cara kita agar dapat menurunkan angka gangguan Kamtibmas ini.

“Pada umumnya sebagian besar kasus yang saat ini ditangani oleh Pihak Kepolisian adalah akibat dipengaruhi oleh Minuman Keras (Sopi). terkait memproduksikan Sopi yang pada umumnya dijadikan sebagai Adat namun disalahgunakan oleh beberapa Orang” jelasnya.

Selain itu, Kapolres turut menyampaikan bahwa saat ini sudah masuk tahapan Pemilu yaitu sudah dimulainya masa Kampanye, sehingga ia berpesan agar kita dapat menjadi sarana Integrasi untuk menuju Visi Indonesia Emas di Tahun 2045, dimana nantinya para pemuda-pemudi atau mungkin anak-anak kita yang sekarang masih duduk di bangku SMA dalam memulai kuliah di 2024, dia sudah mulai menjadi tenaga-tenaga yang Produktif.

“Kaitan dengan Pemilu ini, tujuannya adalah untuk memilih pemimpin dan itu merupakan sarana Integrasi Bangsa, Perbedaan itu merupakan hal yang wajar, menjadi tidak wajar ketika Perbedaan itu dijadikan menjadi sebuah Masalah. Dari zaman dulu perjuangan kemerdekaan kita ini memang berbeda-beda Suku maupun Agama, tapi dengan semangat kesatuan dan persatuan justru sampai dengan saat ini Negara Kesatuan Republik Indonesia masih berdiri tegak” tuturnya.

Menutup Sambutannya, Kapolres menyampaikan bahwa apabila terjadinya konflik terkait tanah, adat dan sebagainya diharapkan untuk tidak langsung melaporkannya ke Kantor Polisi namun dilaporkan dulu ke Pihak Pemerintah Desa untuk dapat diselesaikan, mengingat di Desa sudah ada Bhabinkamtibmas.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan foto bersama, setelah itu Kapolres memberikan bantuan berupa 5kg Beras sebanyak 20 bingkisan kepada para Lansia dan Janda, serta diikuti oleh para PJU Polres Kepulauan Tanimbar.(jk)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *