Kabupaten Tapsel Terima Penghargaan Pembangunan Terbaik Ketiga di Sumut ARTIKEL | JUMAT, 08 MARET 2024 .

Uncategorized33 Dilihat

Tapsel – Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menerima penghargaan dengan pembangunan terbaik ketiga di Sumatera Utara (Sumut) dari Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Hassanudin. Ada beberapa daerah dengan dua kategori yakni kabupaten dan kota yang mendapat penghargaan tersebut.

Adapun daerah yang mendapat Penghargaan Pembangunan Daerah tahun 2024 di antaranya, untuk kategori kabupaten, Serdangbedagai sebagai terbaik pertama, Deliserdang terbaik kedua, dan Tapsel terbaik ketiga. Untuk kategori kota, Pematangsiantar sebagai terbaik pertama, Medan terbaik kedua, dan Padangsidimpuan tebaik ketiga.

Pj Gubernur Hassanudin pun mengapresiasi kabupaten/kota yang telah bersama-sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut membangun daerah. “Kami Pemprov Sumut berterima kasih atas upaya dan kerja keras seluruh pihak, termasuk para kepala daerah dan jajarannya, yang terus bersama-sama Pemprov Sumut mewujudkan Sumut yang sejahtera melalui pembangunan,” kata Hassanudin, usai pembukaan Musrenbang di Hotel Santika, Medan, Jumat (8/3/2024).

Selain itu, Hassanudin juga memberi penghargaan pengukuran indeks pengelolaan keuangan daerah Provinsi Sumut dengan peringkat “Baik” kepada Tapanuli Utara dan Labuhanbatu Utara. Juga diberikan penghargaan kepada 10 kabupaten/kota terbaik atas realisasi atau serapan belanja APBD 2023, yaitu Asahan, Tapanuli Utara, Tanjungbalai, Padang Lawas Utara, Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Nias, Serdangbedagai, Humbanghasundutan, dan Simalungun.

Menurut Hassanudin, APBD merupakan penggerak perekonomian daerah. Karena itu, serapan atau realisasi belanja mesti dilakukan secara cepat.

“APBD ini penggerak perekonomian daerah, saya harap di tahun 2024 ini, serapan anggaran harus kita kebut, sehingga target-target pembangunan yang kita inginkan bisa tercapai pada tahun ini,” kata Hassanudin.

Selain itu, masih terkait sinergi dengan seluruh pihak, Hassanudin juga mengajak seluruh pihak untuk menyelesaikan seluruh permasalahan di Sumut secara bersama-sama. Antara lain, penurunan angka prevalensi stunting yang ditargetkan menjadi 14% pada tahun 2024. Sinergi tersebut ditunjukkan melalui penandatanganan rembuk stunting Provinsi Sumut.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh berbagai unsur masyarakat, kelompok kesehatan, kepala daerah dan Pj Gubernur Sumut Hassanudin. “Semua masalah harus kita lakukan secara berkolaborasi, termasuk stunting ini, kita harus lakukan bersama-sama dengan selaras,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Arief S Trinugroho mengatakan, untuk mewujudkan Sumut yang maju dan sejahtera, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Butuh keselarasan program yang dilakukan pemegang kebijakan, mulai dari nasional, provinsi hingga kabupaten/kota.
red.sihombing

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *