Pentingnya Wujudkan Pemilu Damai 2024, Ketua PWI KKT, Suarakan UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik Bagi Wartawan

Uncategorized74 Dilihat

kabar21.com | Tanimbar _
Setiap calon wartawan (jurnalis) wajib memahami dan menguasai Undang-undang Pers dan dasar-dasar jurnalistik (basics of jounalisme) agar dapat menjalankan aktivitas jurnalistiknya dengan baik dan benar. Hal ini disampaikan Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kabupaten Kepulauan Tanimbar Djefri Ranglalin saat santai bersama sejumlah rekan jurnalis dikediamannya kompleks BTN Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kamis (18/1/24) siang.

Menurutnya, seorang wartawan Profesional tidak hanya sekedar bisa “menulis berita” tetapi juga harus memahami serta menaati aturan yang berlaku di dunia jurnalistik terutama Undang-Undang Pokok Pers no 40 tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.

“Saat ini kita telah memasuki tahapan Pemilu tahun 2024, semua serba digitalisasi dan arus informasi serta pemberitaan begitu pesat mudah didapatkan masyarakat dengan adanya media online, sehingga adanya pencerahan dan edukasi mampu mewujudkan seorang wartawan yang profesional untuk berkembang menjadi seorang jurnalis yang baik dalam memahami aturan-aturan yang ada dalam Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik yang berlaku,” jelas Djefri.

Lanjutnya, disamping itu, seorang wartawan juga harus mampu memahami pengambilan foto jurnalistik yang baik. Semua orang seolah bisa menjadi pewarta foto karena merasa dapat memotret dan mengunggah di media sosial. Namun, tidak banyak yang memperhatikan jika diambil dengan tepat, foto bisa menyimpan banyak makna. Oleh karena itu, pihaknya mendorong para peserta pelatihan bisa mempelajari fotografi jurnalistik, agar pesan dapat tersampaikan dengan lebih baik dan menarik.

“Semua informasi sudah bisa diakses melalui media online atau media sosial yang ada. Di UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik, dalam menyampaikan informasi atau berita yang dibuat, seorang wartawan atau pewarta foto harus independent, akurat, berimbang, bertanggungjawab, memberikan kritik yang membangun. Sementara, seorang pewarta foto juga harus memperhatikan teknik-teknik pengambilan gambar yang baik dan benar, pengambilan moment yang tepat sehingga makna atau informasi yang terkandung didalamnya bisa tersampaikan dengan baik ke publik,” paparnya.

Dirinya berharap melalui Pemilu Damai ini, kemampuan dan pengetahuan wartawan bisa semakin meningkat dan memahami aturan-aturan yang harus dipatuhi dalam dunia jurnalistik dan fotografi,” terangnya mengakhiri pembicaraannya. (Joko)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *