Upaya Kendalikan Kemahalan Barang, Capt IVakdalam M.Mar Himbau Pj.Bupati KKT Segera Hadirkan BUMN PELINDO

Uncategorized78 Dilihat

 

Saumlaki – kabar21.com

Berawal dari pelabuhan laut, disitulah titik pusat perekonomian hayat hidup orang banyak telah berlangsung sejak jaman Eropah, jaman perdagangan Sutra , pelabuhan sebagai penentu ekonomi perdagangan dunia.

 

Dari hati nurani terdalam sosok Master Marine, Putra Tanimbar pelaut ulung puluhan tahun di perantauan hingga Manca Negara, Capt Yohanis T Ivakdalam/Batlayeri M.Mar (Masterariner), ketika menghubungi media ini via telepon selulernya, akhirnya angkat bicara ungkap kendala mengapa harga barang di Tanimbar terus melambung naik dan ini yang tidak terpecahkan selama ini. Kamis ( 14/12) siang.

 

Menurutnya kemahalan harga barang berawal dari kondisi dermaga otoritas pelabuhan Saumlaki yang belum dikelola secara profesional dan sesuai dengan status pelabuhan klas 2, sudah layak dikelola BUMN dalam hal ini PELINDO, bukan lagi perhubungan laut.

 

Lanjutnya, ambil misal pelabuhan Sibolga di Sumut yang statusnya sama dengan pelabuhan Saumlaki, yaitu pelabuhan klas 2 dengan bentangan dermaga kurang lebih 200 sampai 300 meter, ini sudah sangat layak untuk manajemen dermaga dikelola PELINDO, dengan demikian tidaklah berlebihan bila Pelabuhan Saumlaki sudah saatnya di kelola BUMN PELINDO.

 

“ Kita minta Pj.Bupati sikapi serius ini, minta Presiden, minta ke Menteri perhubungan, beritahu ke Dirjen, untuk Pelindo yg atur pelabuhan. Orang Tanimbar ditindas dengan harga barang, jangan hanya tahu berpolitik, padahal rakyat lagi susah” tegasnya optimis.

 

Ivakdalam mengakui bahwa ekonomi di Tanimbar belum ada perubahan yang signifikan, bahkan cenderung terabaikan terbukti dengan harga barang tetap melambung, mulai dari sembako, bahan pangan, bahan bangunan dan bahan material lainnya karena sudah ada spekulasi di dalam mata rantai pendistribusian barang.

 

Mengakhiri pembicaraannya, Ivakdalam sempat mengurai pengalaman sebagai pelaut bahwa yang menyangkut kepentingan hayat hidup orang banyak, mau di singapura, di Kamboja, Thailand bahkan di Taiwan, itu diatur oleh BUMN, Otoritas kesyahbandaran , mengatur keselamatan kapal dan krue” tutupnya.(joko)

 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *