Yayasan Sor Silai inisiasi pembentukan Destana pertama di Tanimbar.

Uncategorized99 Dilihat

kabar21.com. Saumlaki – Yayasan Sor Silai Tanimbar menggelar pelatihan dan pencanangan Desa Tangguh Bencana (Destana) di desa Arui Das, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (21/12/2023).

Kegiatan pelatihan dan pencanangan Destana dilaksanakan di balai desa Arui Das dan diikuti oleh lebih dari lima puluh peserta. Para peserta terdiri dari pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Sor Silai Tanimbar, Simon Lolonlun menyatakan, pelatihan dan pencanangan Destana adalah upaya menyiapkan masyarakat untuk mampu mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan, sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko saat bencana.

“Salah satu konsentrasi program Yayasan Sor Silai Tanimbar di tahun ini selain mendorong agroforestri, kami juga melaksanakan pelatihan dan pencanangan Destana. Urgensi dari program ini adalah masyarakat bisa mampu menghadapi bencana” kata Simon.

Menurutnya, wilayah Kepulauan Tanimbar dianugerahi rahmat Ilahi, yakni memiliki panorama alam yang indah dan berbagai potensi sumber daya alam. Namun terdapat ancaman bencana bagi warganya.

Hal itu karena wilayah ini berada pada pertemuan lempeng global Indo – Australia yang menyusup dibawah lempeng Eurasia. Sementara, di wilayah bagian barat terdapat lempeng laut Banda serta sejumlah gunung api aktif.

“Dampak buruk bencana bisa terjadi apabila masyarakat mempunyai tingkat kemampuan yang lebih rendah dibanding dengan tingkat ancaman yang mungkin terjadi,” katanya.

Pemilihan lokasi kegiatan ini menurut Simon, berdasarkan permintaan pemerintah desa di tahun lalu, dimana desa itu sedang berupaya menuntaskan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan, dimana, salah satunya adalah di bidang kebencanaan.

Selanjutnya, pembentukan Destana ini diharapkan ada perhatian khusus dalam program penanggulangan bencana sesuai dengan kebutuhan desa, sebagaimana tertuang dalam Permendesa PDTT No 16 tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa, yang menyebutkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dan konflik sosial serta penanganan bencana alam dan bencana sosial juga merupakan salah satu prioritas.

Dalam program ini, Yayasan Sor Silai Tanimbar bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, D.B.Layan yang membuka kegiatan tersebut menyatakan, inisiasi pembentukan Destana di desa Arui Das adalah sebuah langkah yang patut diapresiasi, karena selama ini, baru pertama kali dilakukan pencanangan Destana yang diinisiasi oleh Yayasan Sor Silai Tanimbar.

“Kegiatan ini sangat strategis. Kami berterima kasih kepada Yayasan Sor Silai Tanimbar yang telah melakukan kegiatan ini. Kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan di Tanimbar,” kata Layan.

Menurutnya, pemerintah memiliki kewenangan dalam mengeluarkan regulasi terkait dengan penanggulangan bencana, namun di sisi lain, peran masyarakat sebagai ujung tombak dalam penanggulangan bencana juga tidak kalah penting.

Untuk itu, dia mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri, keluarga, dan komunitas di sekitar kita. Kesiapsiagaan diri diharapkan pada akhirnya mampu untuk mengantisipasi ancaman bencana dan meminimalisir jatuhnya korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan infrastruktur jika terjadi bencana.

Kepala desa Arui Das, Mateus Kandunmas mengapresiasi program ini. Dia juga berterima kasih kepada pihak Yayasan Sor Silai Tanimbar yang telah menginisiasi pelatihan dan pencanangan.

Sesuai pantauan, bertindak sebagai fasilitator kegiatan adalah Johanis Don Bosco Malindir, salah satu akademisi di daerah yang berpengalaman di bidang kebencanaan, serta menghadirkan narasumber yakni D.B. Layan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Materi dalam pelatihan ini berkisar pada informasi seputar pra-bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana. Para peserta diberikan materi dan selanjutnya ikut dalam praktek simulasi bencana.(ml)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *