Digelar di Pesantren Al Qamar, Seleksi BAZNAS Berjalan Transparan Pakai Sistem Digital

News62 Dilihat

TAKALAR,KABAR21– Proses pencarian sosok pemimpin terbaik untuk memegang kendali pengelolaan zakat di Kabupaten Takalar resmi dimulai. Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., MM., secara resmi membuka pelaksanaan seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Takalar, Rabu (29/4/2026).

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, kali ini seluruh rangkaian tes berlangsung di Laboratorium Komputer Madrasah Aliyah Pesantren Al Qamar, Kecamatan Bajeng. Penggunaan fasilitas pendidikan berbasis keislaman sekaligus penerapan sistem digital menjadi bukti nyata komitmen penyelenggara agar proses berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.

Dalam acara pembukaan yang berlangsung khidmat, Wabup Hengky didampingi langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Takalar. Kehadiran para pimpinan instansi ini menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan lembaga pengelola zakat mendapatkan perhatian dan pengawasan penuh dari seluruh pihak terkait.

Menurut Wabup Hengky, pemilihan pimpinan BAZNAS bukanlah perkara sederhana, melainkan langkah strategis yang akan menentukan seberapa besar manfaat dana zakat bisa dirasakan oleh masyarakat luas. Sebagai lembaga yang mengelola aset keumatan, sosok yang terpilih nantinya wajib memiliki kualifikasi ganda: paham nilai-nilai agama sekaligus mumpuni dalam tata kelola organisasi modern.

“Seleksi ini adalah tahapan krusial untuk memastikan calon pimpinan yang terpilih benar-benar sosok yang amanah, berintegritas, dan memiliki kapabilitas tinggi. Kami ingin pemimpin BAZNAS ke depan mampu mengoptimalkan seluruh potensi zakat yang ada di Takalar, sehingga dana yang terkumpul bisa tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan umat,” tegasnya.

Penggunaan sistem berbasis digital dalam seluruh tahapan penilaian dipilih untuk menghilangkan ruang intervensi dan subjektivitas. Setiap jawaban dan hasil penilaian terekam secara otomatis dalam sistem, sehingga seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan dengan jelas. Sementara pemilihan lokasi di lingkungan pesantren menjadi simbol bahwa pengelolaan zakat senantiasa berpijak pada nilai-nilai agama dan akhlak mulia.

Kepala Kemenag Takalar dalam kesempatan itu menyampaikan, kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan instansi vertikal menjadi kunci keberhasilan proses ini. Semua tahapan dijalankan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, guna menghasilkan kepemimpinan yang dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Diharapkan, melalui seleksi yang ketat dan terbuka ini, segera terpilih sosok terbaik yang nantinya mampu membawa BAZNAS Takalar melangkah lebih maju. Kepemimpinan baru diharapkan bisa merancang dan menjalankan program-program strategis, selaras dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat di Kabupaten Takalar.