TAKALAR,KABAR21— Suasana duka mendalam masih menyelimuti Dusun Bontosunggu, Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar. Kabar musibah tragis yang merenggut nyawa dua orang bocah, Arzaki (4 tahun) dan Asril (3 tahun), yang diduga tenggelam di area galian proyek pembangunan Sekolah Rakyat saat sedang bermain, menyisakan kesedihan sekaligus keprihatinan mendalam bagi seluruh masyarakat, Kamis (28/5/2026).
Menanggapi peristiwa memilukan tersebut, Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, segera turun langsung ke lokasi dan mendatangi kediaman keluarga korban. Kehadiran beliau di tengah suasana berkabung ini merupakan wujud nyata empati, kepedulian, serta dukungan moril dari Pemerintah Kabupaten Takalar bagi keluarga yang sedang mengalami cobaan berat tersebut.
Dalam kunjungan itu, Daeng Manye didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Camat Polongbangkeng Utara, serta Kepala Desa Pa’rappunganta. Bupati terlihat berbincang dengan penuh kehangatan dan ketulusan bersama keluarga korban, mendengarkan cerita dan perasaan yang mendera, seraya meminta agar keluarga tetap diberi kekuatan, ketabahan, dan kesabaran dalam menghadapi musibah yang tidak terduga ini.
“Pemerintah Kabupaten Takalar turut merasakan kesedihan yang mendalam atas kepergian dua anak ini. Kami hadir di sini untuk memberikan perhatian penuh dan memastikan bahwa setiap persoalan terkait kejadian ini ditangani dengan baik, tuntas, dan bertanggung jawab,” ujar Daeng Manye di tengah suasana haru.
Tidak hanya menyampaikan belasungkawa, Bupati Daeng Manye juga memberikan penegasan keras terkait keamanan di lokasi pembangunan. Ia menegaskan bahwa pihak pemerintah daerah telah melakukan langkah penanganan serius dan memberikan peringatan tegas kepada pihak pelaksana proyek, PT Nindya Karya, melalui Penanggung Jawab Lapangan, Putu Sumantra.
Bupati meminta agar seluruh pelaksanaan pekerjaan di lapangan benar‑benar menerapkan standar keselamatan atau safety yang ketat, bukan hanya demi keamanan para pekerja, tetapi juga melindungi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan.
“Saya minta kepada pelaksana proyek, harus ada pembatas yang jelas dan kokoh mengelilingi area pekerjaan. Hal ini sangat penting agar masyarakat umum, terutama anak‑anak yang beraktivitas di sekitar sana, tidak bisa sembarangan keluar masuk ke lokasi berbahaya tersebut,” tegas Daeng Manye.
Menurutnya, aspek keselamatan dan keamanan warga harus menjadi prioritas utama di atas segalanya. Ia juga mengingatkan perusahaan pelaksana untuk segera melakukan berbagai langkah pencegahan lainnya, guna memastikan insiden menyedihkan seperti ini tidak akan pernah terulang kembali di masa mendatang.
Kehadiran langsung Bupati Takalar di tengah keluarga yang berduka serta sikap cepat tanggap yang ditunjukkan pemerintah daerah mendapat apresiasi tinggi dari warga sekitar. Masyarakat menilai langkah ini sebagai bukti nyata bahwa pemerintah selalu hadir dan peduli, terutama di saat masyarakat sedang dilanda musibah dan kesedihan yang mendalam.









